Kriteria Prosedur

Kriteria dan Prosedur Pelaksanaan Modul Praktik Klinik Kedokteran

A. Kriteria dan Prosedur Pelaksanaan Modul Praktik Klinik Kedokteran

  1. Program pendidikan klinik kedokteran diajukan ke rumah sakit setiap awal tahun akademik.
  1. Pengiriman daftar peserta didik, modul praktik klinik dari Dekan / Pembantu Dekan Fakultas Kedokteran ke Direktur RSUD kardinah Kota Tegal setiap awal semester ganjil dengan tembusan ditujukan ke bakordik dan SMF terkait paling lambat 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan pendidikan praktik klinik di rumah sakit. Daftar peserta didik dengan mencantumkan nama, NIM / NPM dan SMF terkait.
  1. Tiap SMF akan membuat matriks kegiatan pendidikan praktik klinik yang akan dilaksanakan serta pembagian kelompok mahasiswa berikut dosen pembimbing.
  1. Setiap peserta didik sebelum melaksanakan pendidikan modul praktik klinik kedokteran wajib lapor terlebih dahulu ke Komkordik dan proses pembuatan name tag dengan masa berlaku sesuai dengan periode kepaniteraan klinik.
  1. Program  orientasi peserta didik diadakan setiap minggu pertama sebelum pelaksanaan praktik klinik dengan acara kegiatan adalah penerimaan resmi oleh kepala rumah sakit / Komkordik dan sosialisasi tentang profi RSUD Kardinah l, peraturan – peraturan, manajemen rekam medis, penanganan infeksi nosocomial (PPI), materi patient safety dan keselamatan kerja (K3) termasuk materi khusus di SMF / instalasi terkait.
  1. Pelaksanaan pendidikan modul praktik klinik dilakukan di instalasi – instalasi terkait yaitu:
    1. Instalasi Rawat Jalan / IRJ
    2. Instalasi Rawat Inap / IRP
    3. Instalasi Gawat Darurat / IGD
    4. Instalasi Bedah Sentral / IBS
  1. Evaluasi peserta didik yang telah selesai melaksanakan pendidikan modul praktik klinik kedokteran dilakukan oleh masing – masing SMF terkait.
  1. Tiap SMF mengirimkan laporan kegiatan pelaksanaan modul praktik klinik kedokteran ke sekretariat Komkordik paling lambat tujuh hari kerja setelah pelaksanaan ujian modul.
  1. Komkordik melaksanakan penyusunan rekapitulasi nilai dan laporan kegiatan pelaksanaan pendidikan modul praktik klinik kedokteran dan dikirim ke Kepala dan Dekan melalui Komkordik

B. Metode Pendidikan Klinik 

Metode Pendidikan di Modul Praktik Klinik terdiri atas :

  1. Tahap orientasi, berupa :
    1. Kuliah interaktif
      • Merupakan pemberian materi oleh marasumber / staf pengajar  dari SMF terkait dengan partisipasi aktif mahasiswa.
    2. Tutorial
      • Merupakan kegiatan kelompok mahasiswa berupa pembahasan kasus atau materi terjadwal dengan kasus / tema yang disesuaikan dengan buku panduan kepaniteraan dari Fakultas Kedokteran dengan satu orang tutor.
  2.  Tahap Pelatihan
    • Bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan praktik klinik yang teridiri dari :
      1. Kasus Diskusi
        • Adalah diskusi tentang masalah pasien berdasarkan kelompok yang telah ditunjuk.
      2. Kerja Ruangan di Ruang Rawat Inap
        • Mahasiswa dibagi berkelompok untuk bekerja memeriksa pasien, menganalisis penyakitnya, melihat tindakan ataupun mengerjakan tindakan dengan didampingi supervisor.
      3. Bedside Teaching
        • Mahasiswa melakukan anamnesis dan pemeriksaaan fisik pasien didampingi oleh dokter yang bertugas di bangsal / poliklinik.
      4. Kerja di Poliklinik
        • Mahasiswa dibagi berkelompok untuk bekerja memeriksa pasien, menganalisis penyakitnya, melihat tindakan ataupun mengerjakan tindakan dengan didampingi supervisor.
      5. Mini – CEX
        • Adalah penilaian terhadap mahasiswa yang dilakukan oleh supervisor selam 5 – 10  menit mengenai anamnesis, pemeriksaan fisik, diagnosis dan tata laksana pasien Mini CEX ini dapat berupa penilaian formatif atau sumatif.
      6. Kerja di Ruang Prosedur
        • Mahasiswa melakukan kegiatan praktik klinik misalnya di ruang ekokardiologi, ruang hemodialisa dan ruang khusus lainnya seperti ICU.
      7. Kerja di Instalasi Gawat Darurat
        • Mahasiswa dibagi berkelompok untuk bekerja memeriksa pasien, menganalisis penyakitnya, melihat tindakan ataupun mengerjakan tindakan dengan didampingi supervisor.
      8. Kerja Ruangan di SMF Penunjang
        • Dilakukan di Instalasi Radiologi di mana mahasiswa didampingi oleh dokter pendidik / pembimbing klinik mempelajari hasil pemeriksaan radiologi dan interprestasi hasil pemeriksaan.
  3. Tahap Umpan Balik
    • Bertujuan untuk mengevaluasi hasil pembelajaran baik kepada mahasiswa maupun pengelola modul dengan melakukan penilaian proses dan hasil yang telah dicapai mahasiswa. Antara lain :
      1.  Penilaian Supervisor Pendidikan
      2. Penilaian Chief of Ward
      3. Penilaian kerja ruangan di SMF Radiologi
      4. Penilaian laporan jaga
      5. Makalah pasien pribadi
      6. Ujian tulis
      7. Ujian lisan
      8. Ujian portofolio yaitu ujian mahasiswa berdasarkan pembuatan Case Write up dan kegiatan selama modul praktik klinik yang terangkum dalam Logbook peserta didik.

C. Ujian / Evaluasi Bagi Peserta Didik Praktik Klinik Kedokteran

  1. Ujian dilaksanakan setelah jangka waktu pelaksanaan modul praktik klinik kedokteran selesai.
  1. Penilaian ujian berupa penilaian terhadap pelaksanaan modul praktik klinik yang terdiri dari penilaian akumulatif dari nilai kegiatan sesuai modul yang ditentukan berdasarkan hasil dan proses pendidikan mahasiswa.
  1. Pelaksanaan ujian dilakukan pada mingu ke 5 untuk modul praktik minor dan minggu ke 10 untuk modul praktik mayor meliputi penilaian kognitif, skill dan attitude.
  1. Kriteria awal untuk mengikuti ujian sesuai dengan tata tertib kegiatan dan bila mahasiswa membatalkan ujian atau tidak hadir saat ujian tanpa alasan yang jelas, maka dinyatakan tidak lulus ujian dan wajib mengulang modul.
  1. Penilaian ujian dilakukan oleh dua orang penguji yang dapat berasal dari unsur rumah sakit maupun unsur fakultas.
  2. Kriteria nilai adalah sebagai berikut :

    Rentang Nilai

    Nilai Mutu

    80 – 100

    4.00

    75 – 79,99

    3.70

    71 – 74,99

    3.30

    67 – 70,99

    3.00

    63 – 66,99

    2.70

             Penilaian kepada peserta didik selama kepaniteraan klinik oleh pembimbing klinik / penguji diwajibkan memberikan nilai dalam bentuk angka dan hasil nilai angka tersebut akan di konversikan dalam bentuk huruf oleh fakultas kedokteran masing-masing.

  3. Kriteria Ujian Ulang
    1. Bagi mahasiswa yang mendapatkan nilai (setelah dikonversikan oleh fakultas masing- masing) dinyatakan “Tidak Lulus”, maka ketentuan mengulang ujian lisan atau mengulang setengah modul atau seluruh modul diserahkan kepada kebijaksanaan penguji berdasarkan rapat yudisium di SMF rumah sakit.
    2. Bila setelah ujian ulang mahasiswa dinyatakan tetap tidak lulus maka mahasiswa tersebut diwajibkan mengulang modul.
  4. Laporan nilai / hasil ujian dikirimkan ke Bakordik paling lambat tujuh hari kerja setelah pelaksanaan ujian
  5. Bakordik akan membuat surat pengantar nilai ke Dekan yang ditandatangani oleh Kepala Rumah Sakit.
  6. Bakordik akan membuat pencairan honor pembimbing klinik setelah nilai ujian, daftar hadir pembimbing, laporan pelaksanaan kegiatan, kuisioner penilaian pembimbing oleh mahasiswa diterima.

D. Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Praktik Klinik Kedokteran

  1. Setelah pelaksanaan kegiatan modul praktik klinik, tiap SMF diwajibkan mengirimkan laporan pelaksanaan kegiatan modul praktik klinik, daftar hadir pembimbing serta kuisioner pembimbing klinik oleh mahasiswa ke bakordik paling lambat 7 (tujuh) hari setelah ujian berakhir.
  2. Evaluasi penyelenggaraan pendidikan klinik kedokteran dilakukan setiap semester oleh Bakordik dan dilaporkan ke Kepala Rumah Sakit dan Dekan.
  3. Evaluasi penggunaan dana dalam rangka penyelenggaraan pendidikan / praktik klinik kedokteran dilakukan setiap semester oleh bendahara yanmasum dan dilaporkan ke Kepala Rumah Sakit dan Dekan.

E. Evaluasi Modul Kepaniteraan Klinik Kedokteran

  1. Setiap SMF yang menjadi tempat Praktik Klinik kedokteran mahasiswa Fakultas Kedokteran melaksanakan kajian modul kepaniteraan klinik kedokteran yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan bimbingan klinik bersama – sama dengan dosen pembimbing klinik dari unsur Fakultas Kedokteran.
  2. Kajian dilakukan oleh semua dokter pembimbing klinik dari unsur Fakultas Kedokteran dan koordinator kepaniteraan klinik di masing – masing SMF.
  3. Evaluasi dilakukan setiap tahun.
  4. Apabila dipandang perlu untuk membuat perubahan modul kepaniteraan klinik namum belum tiba jadwal evaluasi, maka SMF melalui koordinator kepaniteraan kliniknya bersama – sama dengan dosen pembimbing klinik Fakultas Kedokteran yang ditugaskan di RSUD Kardinah kota Tegal dapat memberikan usulan perubahan modul kepaniteraan klinik yang dimaksud.
  5. Usulan perubahan seperti yang dimaksud pada nomor 4 di atas disampaikan ke Komkordik selanjutnya membuat usulan perubahan yang dimaksud ke Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal dan Dekan Fakultas Kedokteran.
  6. Apabila usulan yang dimaksud seperti pada nomor 4 di atas disetujui, maka selanjutnya modul praktik klinik kedokteran yang telah direvisi diusulkan untuk ditetapkan oleh Dekan Fakultas Kedokteran dan disetujui oleh Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal untuk dipakai sebagai pedoman dalam bimbingan klinik kedokteran mahasiswa Fakultas Kedokteran di RSUD Kardinah Kota Tegal
  7. Fakultas Kedokteran dan RSUD Kardinah Kota Tegal membuat Surat Keputusan Bersama tentang pemakaian Modul Kepaniteraan Klinik Kedokteran Fakultas Kedokteran di RSUD Kardinah Kota Tegal

G. Penyelesaian Kewajiban Peserta Didik

  1.  Pada akhir keseluruhan pelaksanaan kegiatan praktik klinik, pihak fakultas harus memastikan bahwa setiap mahasiswa sudah menyelesaikan kewajibannya yaitu :
    1. Mengembalikan buku perpustakaan rumah sakit yang dipinjam selama praktik.
    2. Mengembalikan alat milik rumah sakit maupun satuan kerja terkait yang digunakan selama melaksanakan kepaniteraan klinik.
    3. Mengganti alat milik rumah sakit maupun satuan kerja terkait yang rusak oleh karena kesalahan mahasiswa dalam menggunakannya / mengoperasikannya.
  2. Apabila mahasiswa yang bersangkutan telah menyelesaikan seluruh pendidikannya / angkat sumpah dokter dan ternyata masih memiliki kewajiban di rumah sakit maka hal tersebut menjadi tanggung jawab Fakultas.